Jumat, 21 November 2025 | Dharmayukti Karini (DYK) MS Lhoksukon Gelar Kunjungan Sosial ke Rumah Duka Mertua Hakim
Keluarga besar Dharmayukti Karini (DYK) Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon melaksanakan kunjungan sosial ke rumah duka mertua salah satu Hakim Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon pada Jumat, 21 November 2025. Kunjungan ini merupakan bentuk empati dan solidaritas DYK terhadap keluarga besar aparatur yang sedang berduka.
Rombongan DYK yang terdiri dari para ibu-ibu anggota tiba di rumah duka untuk menyampaikan ucapan belasungkawa serta memberikan dukungan moril kepada keluarga, khususnya istri Hakim MS Lhoksukon yang sedang kehilangan orang tua tercinta. Pada kesempatan tersebut, DYK juga turut mendoakan almarhum agar diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Kegiatan kunjungan sosial ini menjadi wujud nyata kepedulian DYK MS Lhoksukon dalam menjaga kekompakan, kebersamaan, dan rasa saling mendukung antar keluarga besar Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon.

Dalam kegiatan tersebut, Kejaksaan Negeri Aceh Utara memusnahkan berbagai jenis barang bukti dari perkara tindak pidana umum, di antaranya narkotika, senjata tajam, dan barang bukti lain yang wajib dimusnahkan berdasarkan putusan pengadilan. Proses pemusnahan dilakukan secara terbuka dan disaksikan langsung oleh para undangan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas publik.
Upacara berlangsung khidmat, diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila dan teks Pembukaan UUD 1945, serta pesan-pesan perjuangan dari para pahlawan. Peringatan Hari Pahlawan ini menjadi momentum untuk meneladani nilai-nilai kepahlawanan, memperkokoh persatuan, dan menumbuhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara.
Susunan petugas upacara turut diisi oleh aparatur Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon, di antaranya Munzira, S.E. sebagai Pembaca Teks Undang-Undang Dasar 1945, Yusra, S.H. sebagai Pembaca Pesan-Pesan Pahlawan, serta Iskandar, S.H. yang memimpin Pembacaan Doa. Adapun Zahrul Fuadi bertugas sebagai Ajudan Upacara.
Upacara Hari Pahlawan di Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat kebangsaan serta meneguhkan komitmen aparatur dalam melanjutkan nilai-nilai perjuangan, pengabdian, dan kejujuran yang diwariskan oleh para pahlawan bangsa.
Pelaksanaan eksekusi ini dipimpin langsung oleh jurusita/jurusita pengganti Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon dengan didampingi tim dari kepaniteraan. Aparat keamanan turut hadir untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, sehingga proses eksekusi dapat terlaksana tanpa kendala berarti.
Kehadiran aparat gampong dan saksi dari masing-masing pihak turut memperkuat legitimasi proses eksekusi. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan keadilan bagi para pihak serta menjadi wujud nyata peran peradilan dalam menyelesaikan sengketa masyarakat.
Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon akan terus mengedepankan profesionalitas, integritas, dan pelayanan prima dalam setiap pelaksanaan tugas, termasuk dalam melaksanakan putusan perkara yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
Sidang Terpadu ini terlaksana atas kerja sama antara Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon, Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Utara, dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Paya Bakong. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memperoleh kepastian hukum terkait status perkawinan sekaligus mempermudah pengurusan dokumen administrasi kependudukan.
Ketua Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon, Bapak Muzakir, S.H.I., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen peradilan dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, terutama di daerah terpencil. “Melalui sidang terpadu ini, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh datang ke pengadilan, karena layanan dihadirkan langsung di kecamatan,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan Sidang Terpadu ini, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mewujudkan tertib administrasi, kepastian hukum, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencatatan perkawinan.



Adapun susunan petugas upacara adalah sebagai berikut:
Pelaksanaan upacara berjalan lancar dengan penuh rasa nasionalisme. Seluruh aparatur Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon mengikuti jalannya upacara dengan tertib dan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan serta wujud syukur atas 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.



