Mediator Non Hakim MS Lhoksukon Berhasil dalam Mediasi Perkara cg

Mediator Non Hakim Berhasil Mediasi Perkara Cerai Gugat

Mediator Non Hakim MS Lhoksukon Berhasil dalam Mediasi Perkara cg

Lhoksukon | Selasa (18/03/2024), Bertempat di Ruang Mediasi Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon, Alhamdulillah, Mediasi oleh Mediator Non Hakim Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon Bapak Fauzan, S.H., M.H., CPM. membuahkan hasil yang baik yaitu dapat mencapai kesepakatan perdamaian pada nomor Perkara : 124/Pdt.G/2024/MS.Lsk. Setelah melalui proses yang mediasi yang cukup ketat kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan mencabut perkara.

Prosedur Mediasi

PROSEDUR MEDIASI

mediasi

Prosedur Mediasi Berdasarkan PERMA No. I Tahun 2016 tentang prosedur mediasi dipengadilan adalah sebagai berikut :

Tahap Pra Mediasi

  • Pada Hari Sidang Pertama yang dihadiri kedua belah pihak Hakim mewajibkan para pihak untuk menempuh mediasi.
  • Hakim Menunda proses persidangan perkara untuk memberikan kesempatan proses mediasi paling lama 30 Hari Kerja.
  • Hakim menjelaskan prosedur mediasi kepada para pihak yang bersengketa. Para pihak memilih Mediator dari daftar nama yang telah tersedia, pada hari Sidang Pertama atau paling lama 2 hari kerja berikutnya.
  • Apabila dalam jangka waktu tersebut dalam point 4 para pihak tidak dapat bersepakat memilih Mediator yang dikehendaki.
  • Ketua Majelis Hakim segera menunjuk Hakim bukan pemeriksa pokok perkara untuk menjalankan fungsi Mediator.

Tahap Proses Mediasi

  • Dalam waktu paling lama 5 hari kerja setelah para pihak menunjuk Mediator yang disepakati atau setelah ditunjuk oleh Ketua Majelis Hakim, masing – masing pihak dapat menyerahkan resume perkara kepada Hakim Mediator yang ditunjuk.
  • Proses Mediasi berlangsung paling lama 30 hari kerja sejak Mediator dipilih oleh para pihak atau ditunjuk oleh Majelis Hakim.
  • Mediator wajib memperseiapkan jadwal pertemuan Mediasi kepada para pihak untuk disepakati.
  • Apabila dianggap perlu Mediator dapat melakukan “Kaukus”. Mediator berkewajiban menyatakan mediasi telah Gagal jika salah satu pihak atau para pihak atau Kuasa Hukumnya telah 2 kali berturut – turut.
  • tidak menghadiri pertemuan Mediasi sesuai jadwal yang telah disepakati tanpa alasan setelah dipanggil secara patut.

Mediasi Mencapai Kesepakatan

  • Jika mediasi menghasilkan kesepakatan perdamaian maka wajib dirumuskan secara tertulis dan ditandatangani oleh para pihak dan Mediator.
  • Jika mediasi diwakili oleh Kuasa Hukum para maka pihak wajib menyatakan secara tertulis persetujuan atau kesepakatan yang dicapai.
  • Para pihak wajib menghadap kembali kepada Hakim pada hari Sidang yang telah ditentukan untuk memberi tahukan kesepakatan perdamaian tersebut.
  • Para pihak dapat mengajukan kesepakatan perdamaian kepada Hakim untuk dikuatkan dalam bentuk “Akta Perdamaian”.
  • Apabila para pihak tidak menghendaki kesepakatan perdamaian dikuatkan dalam bentuk Akta perdamaian maka harus memuat clausula pencabutan Gugatan dan atau clausula yang menyatakan perkara telah selesai.

Mediasi Tidak Mencapai Kesepakatan

  • Jika Mediasi tidak menghasilkan kesepakatan, Mediator wajib menyatakan secara tertulis bahwa proses mediasi telah gagal dan memberitahukan kegagalan tersebut kepada Hakim.
  • Pada tiap tahapan pemeriksaan perkara Hakim pemeriksa perkara tetap berwenang untuk mengusahakan perdamaian hingga sebelum pengucapan Putusan.
  • Jika mediasi gagal, pernyataan dan pengakuan para pihak dalam proses mediasi tidak dapat digunakan sebagai alat bukti dalam proses persidangan.

Tempat Penyelenggaraan Mediasi

  • Mediator Hakim tidak boleh menyelenggarakan Mediasi diluar Pengadilan.
  • Penyelenggaraan mediasi disalah satu ruang Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah tidak dikenakan biaya.

Perdamaian di tingkat Banding, Kasasi, dan Peninjauan KembalI

  • Para pihak yang bersepakat menempuh perdamaian di tingkat Banding / Kasasi / Peninjauan Kembali wajib menyampaikan secara tertulis kepada Ketua Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah yang mengadili.
  • Ketua Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah yang mengadili segera memberitahukan kepada Ketua Pengadilan Tinggi Agama (bagi perkara Banding) atau Ketua Mahkamah Agung (bagi perkara Kasasi dan Peninjauan Kembali) tentang kehendak para pihak untuk menempuh perdamaian. Hakim Banding / Kasasi / Peninjauan Kembali wajib menunda pemeriksaan perkara yang bersangkutan selama 14 hari kerja sejak menerima pemberitahuan tersebut.
  • Para pihak melalui Ketua Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah dapat mengajukan Kesepakatan perdamaian secara tertulis kepada Majelis Hakim Banding / Kasasi / Peninjauan Kembali untuk dikuatkan dalam Akta perdamaian. Akta perdamaian ditanda tangani oleh Majelis Hakim Banding / Kasasi / Peninjauan Kembali dalam waktu selambat – lambatnya 30 hari kerja sejak dicatat dalam Register Induk Perkara.
Mediator Non Hakim MS Lhoksukon Kembali Berhasil dalam Mediasi Perkara

Mediator Non Hakim MS Lhoksukon Kembali Berhasil dalam Mediasi Perkara

Mediator Non Hakim MS Lhoksukon Kembali Berhasil dalam Mediasi Perkara

Lhoksukon | Selasa (23/01/2024), Bertempat di Ruang Mediasi Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon, Alhamdulillah, Setelah proses yang cukup kompleks, Mediasi dengan Mediator Non Hakim Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon Fauzan, S.H., M.H., CPM. dengan nomor Perkara : 880/Pdt.Plw/2023/MS.Lsk berbuah manis yaitu mediasi berhasil secara keseluruhan, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan mencabut perkara.

Mediasi Berhasil Oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon

Mediasi Berhasil Oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon

Mediasi Berhasil Oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon

Lhoksukon | Senin (11/12/2023), Alhamdulillah, mengawali minggu ini, bertempat di Ruang Mediasi Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon. Ketua Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon YM Dr. Ridho Setiawan, S.H.I., M.E.Sy bertindak sebagai Hakim Mediator kembali berhasil mendamaikan pihak berperkara dalam Mediasi Perkara Cerai Gugat nomor 884/Pdt.G/2023/MS.Lsk. Setelah melalui proses mediasi yang baik, dengan mengingat kembali tujuan pernikahan serta dampak-dampak buruk dari perceraian, kedua pihak sepakat untuk berdamai dan Penggugat bersedia untuk mencabut gugatannya.

Mediasi Berhasil Seluruhnya Oleh Mediator Non Hakim MS Lhoksukon

Mediasi Berhasil Seluruhnya Oleh Mediator Non Hakim MS Lhoksukon

Mediasi Berhasil Seluruhnya Oleh Mediator Non Hakim MS Lhoksukon

Lhoksukon | Selasa, 21 November 2023, Bertempat di Ruang Mediasi Mahkamah Syariyah Lhoksukon, Alhamdulillah, Setelah proses yang cukup kompleks, Mediasi Perdana Mediator Non Hakim Mahkamah Syariyah Lhoksukon Fauzan, S.H., M.H., CPM. dengan nomor Perkara : 820/Pdt.G/2023/MS.Lsk berbuah manis yaitu mediasi berhasil secara keseluruhan, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan mencabut perkara.

Mediasi Harta Bersama Berakhir dengan Van Dading MS Lhoksukon TA 2023

Mediasi Harta Bersama Berakhir dengan Van Dading MS Lhoksukon TA 2023

Mediasi Harta Bersama Berakhir dengan Van Dading MS Lhoksukon TA 2023

Lhoksukon | Senin, 13 Februari 2023 Bertempat di Ruang Mediasi Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon berlangsung mediasi perkara Harta Bersama dengan jumlah harta diperkirakan mencapai 1 Milyar lebih yang terdiri dari Harta bergerak dan Harta tidak bergerak dengan Hakim Mediator Riki Dermawan, S.H.I. Mediasi berlangsung sangat alot, dimana dimulai dari pukul 11:00 WIB hingga menjelang Maghrib. Kedua Belah tetap bersikukuh dengan Opsi masing-masing sehingga Mediator harus melakukan Kaukus (Pertemuan Terpisah). Pada awalnya kedua belah pihak bersikukuh dengan pandangannya masing-masing dimana pihak penggugat menginginkan harta tidak bergerak berupa ruko dijual kemudian uang penjualannya dibagi dua masing-masing mendapat setengahnya kemudian terhadap sisa hutang bersama berupa pinjaman bank sebesar Rp.326.322.787 (Tiga ratus dua puluh enam juta tiga ratus dua puluh dua ribu tujuh ratus delapan puluh tujuh rupiah) yang pengambilannya dengan menggadaikan SK PNS penggugat untuk penambahan pembuatan lantai dua ruko juga harus dibagi dua masing-masing setengahnya. Namun tergugat tidak sependapat, menurut penggugat seharusnya hutang bersama dihitung seluruhnya kemudian aset-aset yang diperoleh selama pernikahan baik itu harta tidak bergerak yang dikuasai oleh Tergugat maupun harta bergerak yang berada ditangan penggugat harus dihitung semuanya kemudian baru dikalkulasi berapa total harta bersama jika diuangkan lalu dipergunakan untuk membayar hutang bank dan hutang usaha penggugat sisanya jika berlebih baru dibagi dua. Sehingga mediasi sangat sulit dalam waktu singkat dapat berhasil. Oleh karena itu mediator  menskors mediasi pada pukul 13:00 WIB guna memberi waktu kedua belah pihak beristirahat untuk makan dan shalat sembari memikirkan dengan tenang solusi masing-masing agar perdamaian dapat berhasil.

Mediator YM. Adeka Candra Kembali berhasil Mediasi Sebagian

Mediator YM. Adeka Candra Kembali berhasil Mediasi Sebagian

Mediator YM. Adeka Candra Kembali berhasil Mediasi Sebagian

Lhoksukon | Selasa, 22 Maret 2022, Hakim Mediator Ym Adeka Candra, Lc. lagi-lagi berhasil dalam mediasi sebagian kali ini pada perkara nomor 221/Pdt.G/2022/Ms.Lsk. Dalam rangka mengakhiri sengketa antara para pihak. Para pihak telah berhasil mencapai kesepakatan untuk sebagian dengan syarat-syarat dan ketentuan yang telah disepakati. Pada Kesepakatan tersebut masing-masing Pihak telah menyepakati point-point berikut ini dengan kesadaran tanpa paksaan :

1. Bahwa Pihak I sebagai Pemohon memberikan Nafkah iddah selama 100 hari dengan nominal Rp.50.000/hari atau sama dengan Rp.5.000.000,- dan mut’ah sebesar Rp.500.000 kepada Pihak II sebagai Termohon saat sebelum ikrar talaq;

2. Bahwa Para Pihak sepakat dengan kerelaan serta tanpa paksaan atas hak asuh 4 orang anak yang diberikan kepada Pihak II selaku ibu kandungnya;

3. Bahwa Pihak I sepakat untuk memberikan biaya nafkah 4 orang anaknya sejumlah Rp.500.000 setiap bulannya diluar biaya pendidikannya dan diserahkan kepada Pihak II sebagai pihak yang diberikan hak untuk mengasuh.

Pada saat proses mediasi berlangsung, Hakim mediator memberikan nasehat-nasehat tentang kewajiban orangtua menafkahi dan membesarkan anak-anaknya hingga dewasa dan menekankan kepada para pihak untuk selalu mengedepankan kepentingan anak-anak mereka.

 

Majelis Hakim MS Lhoksukon YM Frandi Alugu, Lc. berhasil damaikan perkara Verzet

Majelis Hakim MS Lhoksukon YM Frandi Alugu, Lc. berhasil damaikan perkara Verzet

Majelis Hakim MS Lhoksukon YM Frandi Alugu, Lc. berhasil damaikan perkara Verzet

Lhoksukon | Kamis, 10 Maret 2022 Bertempat di Ruang Sidang Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon, Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon YM Frandi Alugu, S.HI sebagai Ketua Majelis, Adeka Candra, Lc. Sebagai Anggota 1 dan Muhammad Arif, S.H sebagai Anggota 2 alhamdulillah berhasil mendamaikan Perkara Perlawanan (Verzet) Cerai Gugat Nomor : 805/Plw.G/2021/MS.Lsk yang didaftarkan pada Kepaniteraan Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon pada tanggal 27 Oktober 2021.

Mediasi Berhasil Oleh YM. Adeka Candra, Lc.

Mediasi Berhasil Oleh YM. Adeka Candra, Lc.

Mediasi Berhasil Oleh YM. Adeka Candra, Lc.

Lhoksukon | Rabu, 2 Maret 2022, bertempat di ruang Mediasi Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon telah dilangsungkan penandatanganan kesepakatan perdamaian antara Pihak Penggugat dan Pihak Tergugat disaksikan oleh Hakim Mediator Ym Adeka Candra, Lc. dalam perkara Cerai Gugat nomor 149/Pdt.G/2022/Ms.Lsk yang telah didaftarkan di bagian kepaniteraan pada tanggal 21 Februari 2021.

Pada Kesepakatan perdamaian tersebut masing-masing Pihak telah menyepakati point-point berikut ini dengan kesadaran tanpa paksaan :

1. Bahwa Pihak I dan Pihak II sepakat dengan kerelaan serta tanpa paksaan demi kepentingan terbaik untuk anak , untuk memberikan Hak asuh anak-anak kepada Pihak I selaku Ibunya;

2. Bahwa Para Pihak sepakat untuk memberikan kebebasan dan tidak membatasi untuk mengunjungi anak-anak serta membawa anak-anak selama tidak menganggu proses pendidikan dan istrahat anak;

3. Bahwa demi kepentingan tumbuh kembang anak Pihak II akan memberikan biaya nafkah untuk anak-anak sesuai dengan kemampuan dan kondisi ekonomi.

Mediasi sebagaimana dalam Perma No.1 Tahun 2016 adalah cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan Para Pihak dengan dibantu oleh Mediator. Selama proses mediasi, para pihak sangat kooperatif dan berperan aktif dalam menemukan solusi terbaik bagi keduanya, meskipun keduanya tidak berhasil untuk rukun kembali, namun keduanya berkomitmen untuk berpisah secara baik-baik dan tetap akan menjadi orangtua yang baik bagi anak-anaknya.

Selama proses mediasi, Hakim mediator memberikan wejangan dan nasehat-nasehat tentang kewajiban orangtua menafkahi dan membesarkan anak-anaknya hingga mereka dewasa. Anak adalah investasi masa depan dan amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Meskipun memilih berpisah, mediator menekankan kepada para pihak untuk tidak mengabaikan kepentingan anak.

Mediasi Berhasil Oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon

Mediasi Berhasil Oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon

Mediasi Berhasil Oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon

Lhoksukon | Senin, 21 Februari 2022 Bertempat di ruang mediasi Ketua Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon Sayyed Sofyan, S.HI., M.H. bertindak sebagai Mediator berhasil mendamaikan para pihak berperkara dalam perkara Cerai Gugat yang telah terdaftar pada kepaniteraan MS Lhoksukon dengan nomor registrasi 100/Pdt.G/2022/MS.Lsk pada tanggal 31 Januari 2022.

Pada saat proses mediasi berlangsung, Hakim Mediator telah mengupayakan perdamaian secara maksimal dengan cara memberikan nasehat-nasehat tentang pernikahan dan juga pandangan terkait bagaimana pentingnya menjaga keutuhan rumah tangga serta akibat buruk yang timbul jika pada akhirnya terjadi perceraian. Alhamdulillah proses mediasi oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon berhasil, bagi penggugat dan tergugat semoga kehidupan pernikahan bisa menjadi lebih baik lagi dan selalu memperbanyak rasa syukur dan sabar.