Rabu, 17 Desember 2025, Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon menggelar Rapat Umum dalam rangka persiapan akhir tahun pasca musibah banjir yang sempat melanda lingkungan kantor. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon dan diikuti oleh seluruh aparatur.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon, Bapak Muzakir, S.H.I., M.H., didampingi oleh Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon, Bapak Irwan, S.H., serta dihadiri oleh para Hakim, Pejabat Struktural dan Fungsional, dan aparatur sipil negara di lingkungan Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon.
Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah agenda penting, antara lain evaluasi dampak banjir terhadap sarana dan prasarana kantor, kesiapan pelayanan dan persidangan pasca banjir, serta langkah-langkah strategis dalam menghadapi penutupan tahun anggaran dan penyelesaian administrasi akhir tahun.
Dalam arahannya, Ketua Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon menekankan pentingnya kebersamaan, tanggung jawab, dan koordinasi seluruh aparatur dalam memulihkan kondisi kantor pasca banjir, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan tetap berjalan secara optimal.
Selain itu, rapat juga membahas penataan kembali ruang kerja, pengamanan arsip dan dokumen penting, serta percepatan penyelesaian laporan dan kegiatan akhir tahun agar dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui rapat umum ini, diharapkan seluruh jajaran Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon dapat menyatukan langkah dan komitmen untuk bangkit pasca banjir, meningkatkan kinerja, serta menutup tahun 2025 dengan tertib administrasi dan pelayanan yang optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon mengulas dan mengevaluasi beberapa program kerja yang telah dijalankan oleh kepemimpinan sebelumnya. Beliau menekankan pentingnya kesinambungan program yang sudah baik, sekaligus membuka ruang perbaikan terhadap hal-hal yang masih menjadi kendala.
Forum berlangsung dinamis, dengan berbagai masukan disampaikan oleh para Hakim, Panitera, Sekretaris, serta pejabat struktural dan fungsional lainnya. Isu-isu yang diangkat meliputi peningkatan pelayanan publik, pemeliharaan sarana prasarana, penguatan disiplin kerja, hingga optimalisasi pemanfaatan aplikasi teknologi informasi.









Pada rapat ini, masing-masing bagian menyampaikan laporan perkembangan tugas dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pekerjaan. Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam evaluasi kali ini mencakup peningkatan efisiensi penyelesaian perkara, optimalisasi layanan publik, serta implementasi reformasi birokrasi dalam rangka pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Dengan adanya rapat Monev ini, diharapkan Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon dapat terus meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas dalam memberikan layanan hukum yang berkualitas kepada masyarakat.
Rapat ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi kebijakan strategis dalam manajemen sumber daya manusia di Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon, guna mendukung peningkatan profesionalisme aparatur peradilan.

Dengan terselenggaranya rapat ini, diharapkan evaluasi yang dilakukan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon secara keseluruhan.
Rapat ini bertujuan untuk menyelaraskan target dan indikator kinerja dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon di tahun mendatang. Ketua Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon dalam sambutannya menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam merealisasikan perjanjian kinerja ini sebagai wujud akuntabilitas publik dan upaya mendorong peningkatan kualitas layanan.
Rapat berlangsung dinamis dengan diskusi interaktif antara peserta. Setiap masukan yang disampaikan akan dirumuskan menjadi dokumen perjanjian kinerja final yang akan menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan di tahun 2025.
Ketua Mahkamah, Zulfikri, S.H.I., M.H., dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap aspek kerja. “Setiap bagian memiliki peran strategis dalam mewujudkan lembaga yang berintegritas dan terpercaya. Untuk itu, kita perlu memastikan bahwa target yang sudah direncanakan dapat tercapai dengan baik,” ungkapnya.
Rapat berjalan dengan interaktif, di mana setiap peserta diberikan kesempatan untuk memberikan masukan, menyampaikan kendala, serta mengusulkan solusi. Momen ini menjadi wujud nyata komitmen Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon dalam mendorong budaya kerja yang efektif dan efisien demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.